Cara Menangani Batuk Pilek pada Anak

29

Jan

Cara Menangani Batuk Pilek pada Anak

Cara Menangani Batuk & Pilek pada Anak

Tips Menangani Batuk Pilek pada Anak

 

Seperti kita ketahui bayi dan anak-anak sangat mudah terkena penyakit batuk dan pilek, berikut di bawah ini kami berikan tips-tips yang baik dan penting untuk dilakukan dalam penanganan batuk pilek pada balita maupun anak :


Terapi Non Farmakologis / Non Obat

Adalah terapi yang dilakukan untuk meringankan gejala batuk pilek pada anak yang tidak menggunakan intervensi obat-obat kimia. Terapi non farmakologis harus diusahakan semaksimal mungkin terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menggunakan terapi farmakologis / terapi obat.

Banyak hal yang ternyata dapat dilakukan orang tua di rumah (home treatment) untuk membantu mengurangi gejala batuk pilek yang diderita anak. Diantaranya :

 

1. Jemur pagi
img-1423196543.jpg

Selain dapat meningkatkan kekebalan tubuh, sinar matahari juga akan menghangatkan saluran pernafasan si kecil sehingga bisa membantu mengencerkan lendir.

 

2. Banyak minum
img-1423196570.jpg

Tingkatkan asupan cairan pada anak dengan memberinya minum lebih banyak: ASIP, air putih, juice buah. Dengan cara ini, anak terhindar dari dehidrasi, mencegah agar tenggorokan tidak kering serta dahak lebih encer sehingga mudah dilkeluarkan.

 

3. Mandikan anak dengan air hangat
img-1423196586.jpg

Selain tetap menjaga kebersihan tubuh si kecil meskipun sedang sakit, mandi dengan air hangat dapat meningkatkan kelembaban udara dan meringankan batuk.

 

4. Terapi uap
img-1423196605.jpg

Dapat membantu melembabkan udara sehingga membantu melegakan nafas dan mengencerkan lender, lendir jadi mudah dikeluarkan. Caranya : taruh baskom berisi air panas di sudut kamar. Tetesi dengan minyak kayu putih atau minyak lainnya. Biarkan uap memenuhi ruangan dan terhirup oleh si kecil. Sebaiknya AC dimatikan atau jika sangat diperlukan, suhu diatur sedemikian rupa supaya uap tetap terasa dan efektif.

 

5. Oles Balsam / Minyak
img-1423196630.jpg

Hangatkan dada si kecil dengan mengoleskan balsam atau minyak yang sesuai. Cara ini dapat membantu mengencerkan dahak dan melegakan saluran nafas. Pilih produk yang sesuai usia, sehingga anak nyaman dan bukannya jadi kepanasan. Contoh balsam yang bisa dipakai antara lain, Vick Vaprub (sesuaikan dengan usia karena efeknya cukup panas), Transpulmin BB, dll. Sedangkan minyak yang bisa dipakai antara lain : minyak telon, minyak kayu putih, dll.


6. Berkumur
img-1423196648.jpg

Untuk anak yang lebih besar, berkumur dengan air garam dapat mengurangi rasa sakit di tenggorokan.

 

7. Atur letak bantal
img-1423196661.jpg

Pada bayi, gunakan bantal yang lebih tinggi pada saat tidur untuk membantu melegakan hidung yang tersumbat.

 

8. Bantu anak mengeluarkan ingus yang meler
img-1423196701.jpg

Bayi  belum dapat diminta untuk menghembuskan hidung sehingga ingus bisa keluar. Padahal ini dapat membantu bayi bernafas lebih lega. Karenanya seka hidung bayi yang beringus dengan tisu atau sapu tangan. Tekan-tekan dengan lembut batang hidungnya (jangan terlalu keras ya )Tekanan lembut ini dapat membantu mengeluarkan lendir. Untuk membersihkan bekas lendir yang mengering di sekitar lubang hidung, gunakan cotton bud basah dan seka perlahan-lahan. Jangan memasukkan cotton bud terlalu dalam.

  

9. Penyedot ingus
img-1423196717.jpg

Untuk membantu mengeluarkan ingus, di pasaran juga tersedia penyedot ingus (nasal aspirator / nose cleaner). Penggunaannya masih jadi perdebatan karena ada yang berpendapat dapat merusak jaringan dalam hidung. Jika ingin menggunakan, pilih yang berbentuk botol karet kecil dengan ujung plastik untuk menyedot. Model ini menggunakan tekanan udara dari pompa karet untuk membantu menarik ingus dalam hidung. Model ini lebih baik dibanding penyedot ingus model tabung yang dilengkapi dengan selang panjang, dimana penyedot ingus menggunakan tekanan udara dari mulut yang dapat menyebabkan perpindahan bakteri. Gunakan produk dari merek khusus bayi. Baca petunjuk penggunaannya dengan baik. Sterilkan dulu sebelum dipakai. Masukkan ujung penyedot ke dalam lubang hidung, namun jangan terlalu dalam. Lakukan dengan lembut agar tidak mengiritasi hidung bayi. Pastikan alat dicuci bersih dan disterilkan setelah digunakan.

Lendir yang lebih encer akan lebih mudah dikeluarkan anak lewat bersin, ingus di hidung yang meler, batuk atau masuk ke dalam saluran cerna anak. Beberapa anak menggunakan efek muntah untuk membantu mengeluarkan lendir. Karenanya, orang tua tidak perlu panik jika anak yang sedang batuk pilek mendadak jadi lebih sering muntah. Yang penting pastikan asupan cairan dan makanan sesuai dengan jumlah frekuensi muntah. Jangan sampai anak dehidrasi dan kurang gizi karena sering muntah tapi tidak diimbangi dengan masuknya cairan dan makanan yang cukup.

 

 

Terapi Farmakologis / obat

 

Terapi farmakologis / obat dapat digunakan jika terapi non farmakologis belum membuahkan hasil yang maksimal. Ada terapi obat yang dapat dibeli sendiri di apotek untuk swamedikasi, ada terapi obat yang harus berdasarkan resep dokter atau atas diskusi dengan Apoteker.

 

Untuk keperluan swamedikasi, penggunaan obat sebaiknya hanya jika betul-betul diperlukan dan disesuaikan dengan gejala. Beberapa obat yang dapat Anda gunakan adalah :


1. Larutan obat tetes NaCl fisiologis 0,9 %. Dapat dibeli bebas di apotek. Berguna untuk melembabkan membran hidung yang kering dan meradang karena pilek, alergi atau kelembaban udara yang rendah. Larutan NaCl ini akan bekerja mengurangi sekresi mukosa sehingga membantu membuang ingus dari hidung. Teteskan 1-2 tetes pada masing-masing lubang hidung. Dapat diulang beberapa saat kemudian atau paling tidak 3 kali sehari. Meskipun produk ini dapat digunakan untuk anak dan bayi usia 1 bulan ke atas, penggunaannya harus tetap hati-hati pada bayi yang usianya masih sangat muda.

 

2. Paracetamol Merupakan obat antipiretik atau penurun panas yang aman digunakan pada bayi dan anak. Sebaiknya hanya digunakan jika anak mengalami demam diatas 38,5 C. Kurang dari suhu itu, sebaiknya optimalkan terapi non obat untuk atasi demam.

 

 

Obat Over The Counter (OTC)

Penggunaan obat batuk pilek yang banyak dijual bebas sebaiknya tidak sembarangan. Food and Drug Administration (FDA) sangat menganjurkan agar orang tua  menghindari penggunaan obat batuk pilek yang banyak dijual bebas di pasaran bagi anak-anak di bawah 2 tahun karena potensi efek samping yang dapat membahayakan bayi dan anak < 2 tahun. Di Indonesia sendiri, anjuran FDA tersebut diimplementasikan dengan penetapan dosis yang dimulai dari anak usia 2 tahun. Demi keamanan, orang tua sebaiknya tidak melanggar aturan dosis yang tertera di kemasan obat dengan mencoba-coba memberikan obat OTC ini pada anak usia kurang dari 2 tahun dan memodifikasi sendiri dosis (dosis dikurangi sendiri) tanpa dasar yang tepat.

 

 

Antibiotik

Penggunaan antibiotik pada batuk pilek yang disebabkan oleh infeksi virus sangat tidak memiliki dasar. Selain antibiotik tidak akan memberikan efek terapi, efek samping dan resiko resistensi harus menjadi pertimbangan dalam penggunaan antibiotik pada batuk pilek karena infeksi virus.

Karenanya, orang tua sebaiknya mengutamakan dan mengoptimalkan terapi non farmakologis sedemikian rupa dalam menangani bayi dan anak dengan batuk pilek. Jika batuk pilek masih terus berlangsung lebih dari 7 hari meskipun berbagai terapi non farmakologis telah diupayakan, atau jika gejala tampak berat dan sangat mengganggu, sebaiknya segera bawa anak ke Dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

 

Sumber : http://www.sobatobat.com/2012/07/batpil-pada-anak-atasi-dengan-benar.html 



Makanan yang bisa Melawan Flu

 

Mendapatkan vaksinasi flu bukan satu-satunya cara Anda dapat membantu mencegah flu. Apa yang Anda makan juga dapat membantu menghindarkan Anda terkena virus flu ini," kata manajer konten kesehatan untuk About.com, Rachel Berman, RD, seperti dilansir laman Fox News, Rabu (19/11/14).

Beberapa jenis makanan ini dapat membantu Anda melenyapkan penyakit flu:

1. Biji Labu


img-1423196733.jpg

Biji labu penuh dengan kandungan zat besi yang membantu sel darah putih melawan flu.

2. Tuna

img-1423196749.jpg
Ikan ini merupakan mengandung selenium yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas dan meningkatkan kekebalan tubuh anda.

3. Jamur

img-1423196760.jpg
Jamur yang mengandung beta glucans dapat membantu tubuh melawan flu.

4. Ubi Jalar

img-1423196776.jpg
Ubi jalar kaya akan vitamin A yang melawan radikal bebas yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh anda.

5. Teh Hijau

img-1423196793.jpg
Dua zat utama dalam teh hijau mampu menjaga tubuh dari ancaman flu yakni catechin dan theanine. Keduanya adalah antioksidan yang sangat berguna untuk melawan penyakit.

6. Yogurt

img-1423196810.jpg
Probiotik yang terdapat dalam yogurt bermanfaat untuk mempercepat pilek dan flu sampai sekitar dua hari. Pilih yogurt yang mengandung casei strain Lactobacillus ReuteriLactobacillus atau bakteri, karena kandungan tersebut meningkatkan kekebalan tubuh.

 

Sumber : http://www.satubanten.com/index.php/health/item/988-6-makanan-bisa-bantu-melawan-penyakit-flu

 

 

Makanan yang harus Dihindari Ketika Flu

 

Anda yang terkena flu sebaiknya memerhatikan menu makanan. Ada beberapa jenis makanan yang malah akan membuat flu Anda menjadi parah. Berikut, beberapa jenis makanan dan minuman yang harus dihindari ketika Anda teridap flu:


1. Alkohol
img-1423196821.jpg
Minuman keras bisa membuat Anda dehidrasi, yang nantinya akan membuat Anda merasa lebih sesak. Walaupun riset-riset baru menunjukkan bahwa sesekali minum minuman beralkohol bisa membantu meningkatkan sistem imun dan mencegah infeksi, alkohol mungkin akan bereaksi dengan obat yang Anda konsumsi untuk mengobati flu. Ditambah lagi, bayangkan saja bagaimana rasanya meminum minuman yang menggelitik tenggorokan Anda yang sakit!

2. Jus
img-1423196833.jpg
Agak aneh – Anda kira OJ atau jus dari buah-buahan lain akanmemberikan asupan vitamin yang bisa membantu menyembuhkan. Namun sebagian besar dari jus-jus botolan mengandung ekstra gula, yang sebetulnya bisa mengurangi fungsi sel darah putih yang menjaga sistem imun tetap bekerja dan sehat. Daripada minum jus, makanlah buah jeruk atau anggur – semuanya mengandung vitamin C namun tanpa kelebihan gula.


3. Hindari Makanan yang Digoreng
img-1423196852.jpg
Jajanan yang digoreng memang bisa membuat ketagihan ketika Anda tidak enak badan. Tapi makanan itu tidak baik untuk Anda ketika sedang sehat, jadi makanan itu tidak akan membantu Anda sembuh ketika sedang sakit. Semua lemak jenuh bisa mengacaukan pencernaan tanpa memberikan vitamin atau mineral yang dibutuhkan tubuh dan membuat tubuh Anda menjadi lebih baik.

 


4. Kopi
img-1423196886.jpg
Kandungan kafein dalam kopi (dan, sudah jelas, minuman lain yang mengandung kafein) bisa menyebabkan dehidrasi. Jika Anda ingin segera pulih, maka sebaiknya minumlah air sebanyak-banyaknya. Atau juga Anda dianjurkan untuk minum teh herbal saja.


5. Hindari Tomat dan Makanan Asam Lainnya
img-1423196899.jpg
(Saus Salsa juga masuk dalam kategori ini.) Keasaman yang terkandung dalam makanan-makanan itu bisa membuat membran yang berlendir menjadi semakin iritasi, menyebabkan Anda merasa lebih sakit dan tidak nyaman. 


6. Hindari Produk-Produk yang Mengandung Susu
img-1423196931.jpg
Beberapa riset menunjukkan bahwa susu hanya meningkatkan produksi lendir dan dahak dalam tubuh, namun beberapa ahli percaya protein dan vitamin D yang terkandung dalam produk-produk susu bisa membantu melawan infeksi.


Sumber : http://www.jurnas.com/news/120553/Enam-Makanan-yang-Harus-Dihindari-Saat-Flu-2014/1/Sosial-Budaya/Kesehatan

Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar